Rabu, 08 Mei 2013

Propsal Ilmiah


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
            Croissant adalah roti berbentuk bulan sabit yang tersedia di hampir setiap toko roti yang tersebar di Indonesia. Bahkan hampir semua hotel berbintang menyediakan croissant sebagai makanan pendamping pada saat sarapan. Rasanya yang enak dan porsinya yang pas menjadi alasan roti ini tetap berkembang di Indonesia. Toko roti yang menyediakan croissant di Indonesia sendiri sangat banyak dan beragam, ada yang laris karena terkenal, ada yang diburu pembeli karena enak, ada pula yang dibeli karena terjamin status kehalalannya
            Indonesia berpenduduk yang mayoritasnya adalah seorang muslim, semestinya kita tidak membeli produk hanya karena rasanya, karena enak aromanya, karena kemurahannya, atau karena terkenal merknya. Akan tetapi, mestinya status kehalalan menjadi alasan utama dan pertama dalam membeli croissant, apa pun itu merknya. Namun pada kenyataannya, tidak semua produk roti croissant yang dipasarkan terjamin kehalalannya. Bahkan ada beberapa perusahaan yang secara terang-terangan menggunakan bahan haram. Banyak pula bahan tambahan makanan (BTM) yang diragukan kehalalannya dipakai dalam industri roti ini.
            Bahan – bahan tambahan yang bersifat tidak halal yang digunakan untuk membuat roti croissant ini adalah, Shortening sering dikenal dengan istilah mentega putih. Bahan ini berasal dari lemak, biasanya dari lemak hewan. Shortening sering dipakai untuk membuat sensasi lembut dan renyah atau krispi. Selain itu, sudah lama dikenal di masyarakat bahwa lemak hewan yang paling enak adalah lemak babi. Selanjutnya adalah ragi yang digunakan sebagai bahan pengembang (bread improver). Dalam pembuatannya, adakalanya ditambahkan bahan pengemulsi. Pada umumnya, pengemulsi yang beredar dan biasa dipakai di Indonesia adalah yang mengandung lesitin babi. Bahan babi banyak digunakan karena rasanya yang terbilang nikmat dan proses pembentukanya yang relatif cepat daripada bahan yang berasal dari sapi atau hewan yang dihalal kan lainya.
Croissant dipilih karena menempati posisi teratas sebagai roti favorit masyarakat dan tidak bisa digantikan dengan roti lainya. Namun karena harga jual yang relatif tinggi, pemilihan bahan yang tidak halal dan pilihan rasa juga variasi penyajianya yang terbilang monoton, membuat roti ini mengalami keredupan dan kurang dilirik oleh masyarakat. Dengan menghadirkan variasi isi dari croissant, penjaminan menggunakan bahan halal, dan harga jual yang relatif rendah diharapkan dapat menghidupkan kembali kejayaan dari roti croissant.

1.    Perumusan Masalah

1.2 Rumusan Masalah:

1.    Bagaimana cara pembuatan roti croissant isi yang menggunakan bahan – bahan yang halal.
2.    Bagaimana cara memasarkan roti croissant isi dengan sistem distribusi yang unik dan proses pengemasan yang menarik
3.    Apa saja yang dapat membuat roti croissant isi ini diminati oleh konsumen
4.    Membuat terobosan baru pembuatan roti croissant isi yang halal sehingga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat akan penggunaan bahan halal
5.    Bagaimana mengangkat suatu brand produk croissant isi menjadi ternama
            1.3 Tujuan pelaksanaan program ini adalah sebagai berikut :
1.    Meningkatkan daya beli masyarakat akan produk croissant isi
2.    Menghasilkan produk croissant isi yang memenuhi standard kehalalan
3.    Meningkatkan kepercayaan masyarakat akan pemilihan produk roti yang halal
4.    Menghasilkan produk croissant bervariasi baru
5.    Memenuhi standard kebutuhan akan karbohidrat dengan harga yang terjangkau

1.4 Luaran yang dapat diperoleh dalam jangka panjang adalah:
1.      Dengan cara pengemasan produk yang menarik dan unik dapat meningkatkan daya jual produk serta kepercayaan konsumen.
2.      Terwujudnya keterampilan berwirausaha bagi mahasiswa, sehingga mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata untuk mengurangi pengangguran dengan menyerap tenaga kerja.
3.      Trademark label produk, hak paten dan lisensi kehalalan produk

1.5 Manfaat Penelitian
a.      Merangsang kreativitas dan daya inovasi mahasiswa untuk menghasilkan produk unggulan dan inovatif.
b.      Membuka wawasan mahasiswa dan meningkatkan keterampilan dalam berwirausaha sehingga mampu menghadapi persaingan bebas dengan cara menjadi entrepreneur muda Indonesia.
c.       Meningkatkan kepercayaan publik akan satu produk konsumsi.
d.      Membantu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat untuk pemenuhan gizi.
e.      Memberikan stimulus untuk menciptakan lapangan pekerjaan secara mandiri  terutama bagi anak muda



BAB II

PEMBAHASAN


          Perkembangan bisnis waralaba atau kemitraan yang sangat pesat di Indonesia, terutama untuk tawaran waralaba atau kemitraan di bidang usaha kuliner melecutkan bisnis lainnya.Bentuk badan hukum “Mister Croot” nantinya adalah sebuah CV atau Persekutuan Komanditer. Bentuk badan hukum ini dipilih karena pengurusan perijinan CV relatif mudah dibandingkan PT.
2.1 Sumber Modal
Dalam memulai usaha ini penulis menggunakan modal sendiri dan tanpa menggunakan modal dari pihak ketiga (pinjaman) karena tidak terlalu besarnya modal tersebut sehingga bisa di tanggung sendiri, hal ini juga dipikirkan agar lebih mudah melakukan pengawasan atau perhitungan modalnya, adapun sumber modal ini adalah sebesar Rp. 8.508.500 yang digunakan untuk :
NO
URAIAN
JUMLAH
1
BAHAN BAKU


a. Tepung Terigu         @ Rp.     8.000,-/kg x 20 kg
Rp.    160.000,-

b. Galon Air Mineral   @ Rp.   35.000/ galon x 2
Rp.      70.000,-

c. Ragi Instan               @ Rp.    7.500,-/kotak x 5
Rp.      37.500,-

d. Telur Ayam              @ Rp.   20.000,-/kg x 5
Rp.    100.000,-

e. Margarin                   @ Rp.   15.000,-/kg x 5
Rp.      75.000,-

f. Susu Bubuk               @ Rp.   45.000,-/kg x 5
Rp.   225.000,-

g. Garam                       @ Rp.     3.000,-/bks x 10
Rp.      30.000,-

h. Gula Pasir                 @ Rp.   12.000,-/kg x 3
Rp.      36.000,-

i. Pengembang Ragi      @ Rp.     5.000,-/kotak x 3
Rp.      15.000,-

j. Kertas Minyak           @ Rp.     500,-/lembar x 200
Rp.      10.000,-

k. Whip Cream               @ Rp.     25000 x 4
Rp.      100.000,-

l. Dark Chocolate            @ Rp.    15000 x 4
Rp.       60.000,-
JUMLAH
Rp. 918.500,-


NO
URAIAN
JUMLAH
2
PERALATAN


a. Mixer                                  @ Rp. 350.000,-
Rp. 350.000,-

b. Kompor                               @ Rp. 150.000,-
Rp. 150.000,-

c. Tabung Gas 3 kg                 @ Rp. 125,000,- x 1 tabung
Rp. 125.000,-

c. Kulkas kecil                         @ Rp. 750.000,-
Rp. 750.000,-

d. Timbangan                          @ Rp. 75.000,-
Rp.   75.000,-

e. Baskom  besar                      @ Rp. 45.000,- x 3 buah
Rp. 135.000,-

f. Pisau                                     @ Rp. 20.000,- x 3 buah
Rp.   60.000,-

g. Kuali stainlees                     @ Rp. 300.000,- x 3 buah
Rp. 900.000,-

h. Saringan Plastik                  @ Rp. 15.000,- x 3 buah
Rp.   45.000,-

i. Saringan stainles                  @ Rp. 25.000,- x 3 buah
Rp.   75.000,-

j. Baskom Kecil                      @ Rp. 15.000,- x 3 buah
Rp.   45.000,-

k. Pengaduk                             @ Rp. 10.000,- x 3 buah
Rp.   30.000,-

l. Terpal ukuran 3 x 4 mtr       @ Rp. 250.000,-
Rp. 250.000,-

m. Lap                                      @ Rp. 5.000,- x 3 buah
Rp.   15.000,-

n. Plastik Kemasan 1/4 kg       @ Rp. 25.000,-/kg x 10 kg
Rp. 250.000,-
JUMLAH
Rp. 3.255.000,-
NO
URAIAN
JUMLAH
3
BIAYA LAIN-LAIN


a. Transportasi
Rp.       450.000,-

b. Sewa tempat selama 12 bulan
Rp.    3.000.000,-

c. Dokumentasi
Rp.       300.000,-

d. Laporan dan penggandaan
Rp.         85.000,-

e. Promosi
Rp.       500.000,-
JUMLAH
Rp. 4.335.000,-
TOTAL KESELURUHAN DANA
Rp. 8.508.500,-



2. 2 Aspek Manajemen
Pasar sasaran “Puff Patry”  adalah masyarakat penyuka ataupun yang ingin mencoba roti croissant dengan variasi baru. Sistem penjualan dengan sistem mobilisasi, atau jemput bola di tempat – tempat keramaian yang ada, namun penjualan harian akan tetap dilakukan di lokasi Jalan Raya Kalimalang. 
Analisa persaingan dilakukan berdasarkan riset dari toko – toko roti yang berada di Kota Bekasi. Pesaing yang dapat menjadi ancaman untuk produk ini adalah toko roti yang telah memiliki image di mata konsumen karena rasa dan lamanya terjun dibidang usaha roti ini. Namun, untuk produk croissant sendiri belum familiar di jumpai baik di toko – toko roti maupun pebisnis yang bersifat home industry yang berada di Kota Bekasi.
2.3 Aspek Pemasaran
Dalam bisnis ini sengaja penulis bahas dulu pemasaran produknya, karena hal utama pemasaran produk ini adalah pesanan pelanggan, yang walaupun ada sebagian produk yang didistribusikan. Oleh karena itu pemasaran bagi persepsi penulis adalah langkah awal yang akan memengaruhi proses produksi dan perencanaan keuangannya.
2.3.1 Target Pemasaran
Target pemasaran merupakan kunci penting yang harus diperhatikan, seperti yang dijelaskan bahwa pemasaran utamanya adalah menjemput bola ke konsumen (pelanggan) karena penjualannya dilakukan secara langsung serta memudahkan masyarakat untuk mendapatkan produk kami. Target pemasaran “Puff Pastry”adalah mahsiswa dan masyarakat penyuka ataupun yang ingin mencoba roti croissant dengan variasi baru.
2.3.2 Konsep Pemasaran
Langkah awal pemasarannya adalah dengan membuat brosur-brosur yang disertakan kontak person dan disebarkan kesekolahsekolah dan tempat umum lainnya. Periklanan melalui media publikasi “Puff Pastry” difokuskan pada memasang iklan pada koran atau tabloid lokal dan melalui radio. Periklanan online “Puff Pastry” difokuskan pada penggunaan http://www.twitter.com.
Periklanan Tradisional mengutamakan cara yang cepat dan murah. Cara yang akan ditempuh adalah sebagai berikut:
1.      Menawarkan langsung dengan cara mouth to mouth marketing kepada calon konsumen khusunya took-toko roti dan kue.
2.       Membagikan flyers pada rumah makan dan perumahan yang potensial.
3.      Menggunakan brand “Puff Pastry” sebagai brand croissant variasi baru berkuallitas tinggi.
4.      Memberikan info mengenai maraknya penggunaan bahan – bahan yang tak halal untuk pembuatan croissant yang beredar dipasaran kepada konsumen, sehingga konsumen dapat lebih berhati – hati dalam membeli. Kami senantiasa meyakinkan dengan memperlihatkan cara pembuatan dan pemilihan bahan baku kami yang sehat, higienis dan halal.
5.      Memberikan jaminan pada konsumen apabila produk kami tidak halal, kami akan menggantikan kerugian sebanyak lima kali lipat sesuai dengan produk yang dibeli.


2.3.3        Produk dan penetapan harga
Produk yang disediakan oleh “Puff Pastry” adalah produk roti croissant bermacam topping dan bermacam isi. Mengutamakan kebersihan, kesehatan, variasi rasa, dan kehalalan dalam memilih bahan baku pembuatanya.
·         Produk Croissant Croot Cokelat
Produk yang disebut croissant puff cokelat ini melainkan adalah croissant krispi bertopping (konsumen memilih toping yang tersedia yaitu original, coklat dan coklat almond) dengan isi krim dingin rasa coklat.
·         Produk Croissant Croot Putih
Produk yang disebut croissant puff putih ini melainkan adalah croissant krispi bertopping (konsumen memilih toping yang tersedia yaitu original, coklat dan coklat almond) dengan isi krim dingin rasa vanilla.
·         Produk Croissant Croot Merah
Produk yang disebut croissant puff merah ini melainkan adalah croissant krispi bertopping (konsumen memilih toping yang tersedia yaitu original, coklat dan coklat almond) dengan isi krim dingin rasa strawberry.
Penetapan Harga
Harga produk ditentukan oleh estimasi “Puff Pastry” terhadap kemampuan pasar dan harga pasar yang telah ada, yaitu Rp 7000 per buah untuk croissant besar, dan Rp 5000 untuk croissant ukuran kecil.
2.4 Aspek Operasional ( Produksi)
Bisnis ini merupakan kegiatan memproduksi pastry untuk didistribusikan langsung kepada para konsumen yang ada di wilayah Bekasi, dan produksi yang lebih besarnya adalah ketika ada  pelanggan yang memesan produk. Adapun teknis pembuatan mister croot tersebut adalah :
1.        Membuat croissant dengan ukuran diameter 7cm.
2.        Kemudian diisi dengan saus vla dingin berbagai varian rasa seperti cokelat, vanilla, dan strawberry
3.        Lalu proses pembungkusan atau packaging dengan cara dibungkus dengan menggunakan paperbag dan diberi gel dingin agar croissant tetap awet samapi waktu dimakannya.

2.4      Aspek Keuangan
Dengan perincian diatas kita dapat menghitung perkiraan pendapatan bisnis ini dalam jangka waktu 1 bulan, sengaja penulis hitung dalam jang waktu 1 bulan karena dengan modal yang kecil dan dengan sasaran yang kecil, akan lebih jelas tergambarkan pendapatan dalam jangka waktu 1 bulan.
Berikut adalah perkiraan proyeksi bisnis dalam 1 bulan :
Jurnal umum

No
Keterangan
Debit
Kredit
1.

2.

3.

4.

5.

6.
- Kas
- Modal
- Peralatan
- Kas
- Bahan Baku
- Kas
- Biaya Transportasi
 Kas
- Biaya tenaga kerja
- Kas
- Biaya listrik
- kas
Rp 20.000.000,-

Rp 3.255.000,-

Rp. 918.500,-

Rp. 450.000,-

Rp. 1.200.000,-

Rp. 300.000,-

Rp 20.000.000,-

Rp 3.2550.000,-

Rp. 918.500,-

Rp. 450.000,-

Rp. 1.200.000,-

Rp. 300.000,-

Perkiraan pendapatan minimal dalam jangka waktu 1 bulan
1.     Croissant isi coklat , vanilla atau stobery : Rp. 7.350.000
Jumlah minimal pendapatan                                                                         Rp. 7.350.000,-

Perkiraan Laba-rugi dalam 1 bulan
Pendapatan
Croissant isi coklat , vanilla atau stobery : Rp. 7.350.000


Jumlah Minimal Pendapatan

Biaya- Biaya
-                              Peralatan                             : Rp. 3.255.000,-
-                              Bahan Baku                      : Rp. 918.500,-
-                              biaya transportasi               : Rp.450.000,-
-                              gaji 2 orang @                    : Rp 1.200.000,-.
Biaya listrik                         : Rp. 300.000,-.

Jumlah Biaya

Laba Bersih




Rp. 7.350.000,-








Rp. 6.123.500,-

Rp. 1.226.500,-


Ø  Biaya Tetap  
3.255.000 + 4.335.000 = Rp. 7.590.000,-
Ø  Biaya Variabel
918.500/ 200 buah = Rp. 4593
Ø  BEP (Break Even Point)
Biaya Tetap / (harga jual – Biaya variabel)
7.590.000 / (7000 – 4593) = 3154 buah
Ø  Analisa PBP ( Payback Period)
{8.508.500 / (1.400.000 – 918.500)} = 18 hari
Untuk target penjualan sebanyak 50 perhari maka nilai PBPnya adalah 72 hari. Usaha ini dikatakan layak karena waktu yang di targetkan untuk menjalankan usaha adalah 90 hari.

2.6 Kelangsungan Usaha
Rencana Usaha kecil yang penulis buat ini adalah salah satu bentuk usaha yang mudah beradaptasi dilokasi dan waktu apapun,karena segi produk yang bervariasi untuk semua kalnagan usia. Selanjutnya jika usaha kecil ini sukses dalam waktu 1 bulan, akan kami usahakan terus supaya keuntungannya tetap seimbang bahkan bisa lebih besar, dengan cara dasar yang sudah tertulis diatas, menggunakan pendekatan psikologis untuk kemasan hasil suatu produk, dan untuk meyakinkan dan memperluas jaringan juga akan berkerjasama dengan perusahaan-perusahaan lain yang berkepentingan, dengan kesepakatan yang saling menguntungkan tentunya tidaklah sulit untuk mencari relasi.
Dalam segi keuangan sendiri akan jelas terealisasikan jika keuntungan sebesar Rp. 1.226.500,- .

2.    Gambaran Umum Rencana Usaha

2.7 Analisa SWOT dan Strategi Kunci Mencapai Tujuan Strategis Perusahaan

Tabel 1 SWOT

Kekuatan (S)
Kelemahan (W)
Internal







Eksternal
1.       Tidak membutuhkan banyak SDM
2.       Biaya Operasional yang relatif murah
3.       Masih muda dan mempunyai determinasi untuk membangun bisnis
4.       Pendiri mempunyai pengalaman dalam duniua bisnis
5.       Pendiri mempunyai kreatifitas tinggi untuk berinovasi
1.     Pendiri memiliki keterbatasan dalam pendanaan

Peluang (O)
Strategi Kunci (S-O)
Strategi Kuci (W-O)
1.     Kesadaran masyarakat akan pemilihan produk halal
2.     Belum ada produk croissant bervariasi topping dan isi di daerah Tembalang
3.     Semakin banyaknya media periklanan
1.         Membangun bisnis sedini mungkin
2.         Memasarkan produk ini Hotel yang berkualitas
3.         Memiliki sertifikat dan lisensi halal dari MUI
4.     Uniknya distribusi yang dilakukan

1.     Mengikuti program khusus untuk pembangunan skill dan pengetahuan
2.     Membaca banyak buku refrensi mengenai pembuatan roti yang halal
Ancaman (T)
Strategi Kunci (S-T)
Strategi Kuci (W-T)
1.     Persaingan dengan pengusaha roti kecil dan menengah

1.       Terus berinovasi baik dari segi produk pemasaran maupun layanan

1.     Menjalin dan membina hubungan baik dengan konsumen

2.8 Nilai dan budaya perusahaan

              Nilai-nilai yang harus dimiliki oleh semua pegawai untuk membentuk produk “Mister Croot” adalah:
·                Team yang kaya akan inovasi
·                Pribadi yang loyal
·                Memiliki determinasi Tinggi



KESIMPULAN
Jenis usaha yang akan didirikan adalah menciptakan suatu produk baru di bidang kuliner yang berupa pastry khususnya croissant yang diisi dengan vla beraneka rasa, selain itu juga Memang sederhana, namun variasi, rasa, dan kualitas yang kita miliki akan menjadi kekuatan dan cirri khas untuk bersaingan dengan produk pastry lainnya .Dengan strategi pemasaran usahakecil, jaringan yang luas serta didukung dengan produk yang berkualitas, maka dipastikan usaha ini layak dan akan jelas kelangsungan hidup usahanya. Keuntungan yang tidak mengecewakan bagi usaha kecil seperti ini akan memberi jaminan bagi kelangsungan usaha dan tenaga kerja.
Dan satu hal yang penting ciri khas produk dan inovasi produk yang terus diperbarahui juga sangat berperan dalam menghasilkan keuntungan yang lebih.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar