Selasa, 30 Oktober 2012

BAB V


BAB 5
Sumberdaya Konsumen dan Pengetahuan

5.1 Sumberdaya Ekonomi
Potensi sumberdaya ekonomi atau lebih dikenal dengan potensi ekonomi pada dasarnya dapat diartikan sebagai sesuatu atau segala sesuatu sumberdaya yang dimiliki baik yang tergolong pada sumberdaya alam (natural resources/endowment factors) maupun potensi sumberdaya manusia yang dapat memberikan manfaat (benefit) serta dapat digunakan sebagai modal dasar pembangunan (ekonomi) wilayahtingkat ketergantungan terhadap sumberdaya secara struktural harus bisa dialihkan pada sumberdaya alam lain. Misalnya, penggunaan energi sinar matahari, panas bumi, atau gelombang laut termasuk angin, akan dapat mengurangi ketergantungan manusia terhadap sumberdaya alam yang tidak dapat diperbarui. b. sumberdaya alam yang tidak dapat diperbarui (non-renewable or exhaustible resources). Jenis sumberdaya ini pada dasarnya meliputi sumberdaya alam yang mensuplai energi seperti minyak, gas alam, uranium, batubara serta mineral yang non energi seperti misalnya : tembaga, nikel,aluminium,dll.Sumberdaya alam jenis ini adalah sumberdaya alam dalam jumlah yang tetap berupa deposit mineral (mineral deposits) diberbagai tempat dimuka bumi.
5.2 Sumberdaya Sementara
Waktu menjadi variabel yang semakin penting dalam memahami perilaku konsumen.
Karena konsumen mayoritas semakin mengalami kemiskinan akan waktu. Namun demikian ada suatu bagian waktu yang dihabiskan untuk kegiatan yang sangat pribadi yaitu waktu senggang.
Sumber daya kognitifProduk yang diklasifikasikan menurut sifat waktu konsumen disebut barang waktu (time goods).
a. Barang yang Menggunakan Waktu
Produk yang memerlukan pemakaian waktu dala mengkonsumsinya. Contoh: Menonton TV, Memancing, Golf, Tennis (waktu Senggang) Tidur, perawatan pribadi, pulang pergi (waktu wajib)
b. Barang Penghemat Waktu.
Produk yang menghemat waktu memungkinkan konsumen meningkatkan waktu leluasa mereka. Contoh: oven microwave, pemotong rumput, fast food

5.3 Sumberdaya kognitif
Pengertian sumber daya kognitif adalah kemampuan untuk secara lebih tepat merepresentasikan dunia dan melakukan operasi logis dalam representasi konsep yang berdasar pada kenyataan. Teori ini membahas munculnya dan diperolehnya schemata—skema tentang bagaimana seseorang mempersepsi lingkungannya— dalam tahapan-tahapan perkembangan, saat seseorang memperoleh cara baru dalam merepresentasikan informasi secara mental. Teori ini digolongkan ke dalam konstruktivisme.

5.4 Kandungan Pengetahuan
  • Pengetahuan
Pengetahuan konsumen akan mempengaruhi keputusan pembelian.
Pengetahuan konsumen adalah semua informasi yang dimiliki konsumen mengenai berbagai macam produk, serta pengetahuan lainnya yang terkait dan informasi yang berhubungan dengan fungsinya sebagai konsumen.
Pengetahuan Konsumen terbagi kedalam tiga macam :
1.      Pengetahuan Produk
2.      Pengetahuan Pembelian
3.      Pengetahuan Pemakaian
Keterangan:
Pengetahuan Produk
Pengetahuan produk adalah kumpulan berbagai macam informasi mengenai produk. Pengetahuan ini meliputi kategori produk, merek, terminologi produk, atribut atau fitur produk, harga produkdan kepercayaan mengenai produk.
·         Jenis Pengetahuan Produk:
Pengetahuan tentang karakteristik atau atribut produk
Pengetahuan tentang manfaat produk
Pengetahuan tentang kepuasan yg diberikan produk kepada konsumen
·         Pengetahuan Pembelian
Pengetahuan pembelian terdiri atas pengetahuan tentang toko, lokasi produk di dalam toko dan penempatan produk yang sebenarnya di dalam toko tersebut. Konsumen cenderung lebih senang mengunjungi toko yang sudah dikenalnya untuk berbelanja, karena telah mengetahui dimana letak produk di dalam toko tersebut.
Perilaku Membeli:
Store Contact,Product Contact,Transaction.
·         Pengetahuan Pemakaian
Suatu produk akan memberikan manfaat kepada konsumen jika produk tersebut telah digunakan atau dikonsumsi. Agar produk tersebut bisa memberikan manfaat yang maksimal dan kepuasan yang tinggi, maka konsumen harus bisa menggunakan atau mengkonsumsi produk tersebut dengan benar.Produsen berkewajiban untuk memberikan informasi yang cukup agar konsumen mengetahui cara pemakaian suatu produk. Pengetahuan pemakaian suatu produk adalah penting bagi konsumen.
5.5  Organisasi Pengetahuan
Pengetahuan Konsumen akan Mempengaruhi Keputusan Pembelian.Apa yang dibeli, berapa banyak yang dibeli, dimana membeli dan kapan membeli akan tergantung kepada pengetahuan konsumen mengenai hal-hal tersebut.Pengetahuan Konsumen adalah semua informasi yang dimiliki konsumen mengenai berbagai macam produk, serta pengetahuan lainnya yang terkait dan informasi yang berhubungan dengan fungsinya sebagai konsumen.
·         Pengetahuan tentang karakteristik/atribut produk
·         Pengetahuan tentang manfaat produk
·         Pengetahuan tentang kepuasan yg diberikan produk kepada konsumen.
·         Manfaat Fungsional, yaitu manfaat yg dirasakan konsumen secara fisiologi.
·         Manfaat Psikososial, yaitu aspek psikologis dan aspek sosial yang dirasakan konsumen setelah mengkonsumsi suatu produk.
5.6 Mengukur Pengetahuan
Pengetahuan konsumen terdiri dari informasi yang disimpan di dalam ingatan. Pemasar khususnya tertarik untuk mengerti pengetahuan konsumen. Informasi yang dipegang oleh konsumen mengenai produk akan sangat mempengaruhi pola pembelian mereka.
Di dalam Psikologi kognitif dijelaskan bahwa ada dua jenis pengetahuan dasar, yaitu pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural. Pengetahuan deklaratif melibatkan fakta subjektif yang sudah diketahui. Pengetahuan deklaratif sendiri dibagi menjadi dua kategori, yaitu pengetahuan episodik (melibatkan pengetahuan yang dibatasi dengan lintasan waktu) dan pengetahuan semantik (mengandung pengetahuan yang digeneralisasikan dan memberi arti bagi dunia seseorang). Sedangkan pengetahuan prosedural mengacu pada pengertian bagaimana fakta ini dapat digunakan. Fakta ini juga bersifat subjektif dalam pengertian fakta tersebut tidak perlu sesuai dengan realitas objektif.

Senin, 22 Oktober 2012

LATAR BELAKANG


JURNAL BARU


ANALISIS KEPUTUSAN SERTA KEPUASAN KONSUMEN DALAM MEMILIH OBJEK WISATA


Latar Belakang

Industri Pariwisata merupakan salah satu sarana yang tepat dalam meningkatkan kemajuan ekonomi baik lokal maupun global. Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki kekayaan alam yang besar sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai sektor, salah satunya adalah sektor pariwisata. Sektor pariwisata merupakan salah satu tumpuan untuk menambah devisa negara. Selain itu, pariwisata adalah penyedia kesempatan kerja yang sangat dominan yakni sepuluh persen dari lapangan kerja di Indonesia dengan jumlah tenaga kerja langsung 7,3 juta orang dan
yang tidak langsung sebesar lima juta orang (Santosa dalam Baskara, 2008). Keindahan alam yang ditawarkan oleh Indonesia menjadi salah satu daya tarik yang ditawarkan kepada wisatawan nusantara maupun wisatawan asing, sehingga dapat menambah devisa negara dan dapat membantu penyediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Prospek pariwisata di masa yang akan datang juga sangat menjanjikan dan memberikan peluang yang besar karena konsumsi jasa dalam bentuk komoditas wisata bagi sebagian besar masyarakat telah menjadi salah satu kebutuhan sebagai akibat meningkatnya pendapatan, maupun aktivitas yang padat.
Indonesia tahun 2006 menargetkan 5,5 juta kunjungan wisatawan mancanegara,dengan sasaran terbesar adalah turis dari Asia Tenggara.

Jawa Barat yang memiliki logo Visit West Java adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki peranan cukup besar dalam pengembangan pariwisata dan devisa negara.Beragam jenis wisata yang ditawarkan daerah Jawa Barat mulai dari wisata pantai, wisata budaya, wisata alam, wisata religi dan objek wisata menarik lainnya yang menarik para wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Jawa Barat.


Propinsi Jawa Barat memiliki daya tarik bagi para pengunjung yang datang dari dalam maupun luar negeri karena keindahan alamnya. Sebelumnya para pengunjung dari luar negeri datang ke Jawa Barat bertujuan untuk mencari keuntungan dan keberuntungan, namun pada saat ini mayoritas pengunjung yang datang ke Jawa Barat bertujuan untuk berlibur dan berekreasi. Perkembangan Propinsi Jawa Barat yang dibagi menjadi beberapa daerah kabupaten dan kotamadya menyebabkan perlunya peningkatan devisa tiap daerah yang salah satu pemasukannya berasal dari pariwisata. Banyaknya lokasi objek wisata yang terdapat di Propinsi Jawa Barat dapat diketahui oleh para wisatawan baik mancanegara maupun domestik dengan cara melakukan promosi pariwisata.Daya tarik wisata di wilayah provinsi Jawa Barat mencakup alam,seni budaya,dan minat khusus,dimana potensi tersebut cukup beragam dan tersebar di wilayah Kabupaten/Kota  Jawa Barat



Sumber :
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat

TEMA


TEMA : Keputusan serta Kepuasaan Konsumen dalam  Memilih Objek Wisata di Jawa Barat.
Pariwisata : Menurut Undang-undang Nomor 9 Tahun 1990 tentang Kepariwisataan Bab I Pasal 1 ; dinyatakan bahwa wisata adalah kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati obyek dan daya tarik wisata

Jadi pengertian wisata itu mengandung unsur yaitu :
  1.  Kegiatan perjalanan
  2. Dilakukan secara sukarela
  3. Bersifat sementara
  4.  Perjalanan itu seluruhnya atau sebagian bertujuan untuk menikmati obyek dan daya tarik wisata.
Sedangkan pengertian objek dan daya tarik wisata menurut Undang-undang Nomor 9 Tahun 1990 yaitu yang menjadi sasaran perjalanan wisata yang meliputi :

  1. Ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, yang berwujud keadaan alam serta flora dan fauna, seperti : pemandangan alam, panorama indah, hutan rimba dengan tumbuhan hutan tropis, serta binatang-binatang langka.
  2. Karya manusia yang berwujud museum, peninggalan purbakala, peninggalan sejarah, seni budaya, wisata agro (pertanian), wisata tirta (air), wisata petualangan, taman rekreasi, dan tempat hiburan.
  3. Sasaran wisata minat khusus, seperti : berburu, mendaki gunung, gua, industri dan kerajinan, tempat perbelanjaan, sungai air deras, tempat-tempat ibadah, tempat-tempat ziarah dan lain-lain

Karena Indonesia memiliki kekayaan alam, keindahan alam yang tersebar luas di seluruh penjuru dari sabang sampai merauke, namun keindahan pariwisata Jawa barat tidaklah kalah menarik, objek wisata dari wisata alam, wisata hutan, wisata edukasi, wisata pantai,wisata budaya, wisata kerohanian. Karena itu saya memilih untuk membahas Keputusan Konsumen dalam memilih Objek Wisata Jawa Barat .

Sumber : http://andy-saiful.blogspot.com/2009/01/pengertian-pariwisata.html